mengisahkan tentang seorang petarung bernama Ajo Kawir yang mengalami impoten akibat sebuah peristiwa traumatis di masa kecilnya, dan menyimpan dendam serta rindu yang terpendam. Kisah ini menggunakan alegori untuk menggambarkan isu-isu sosial seperti kekerasan, ketidakberdayaan, dan kerinduan akan keutuhan dan keadilan.
Buku terakhir yang menceritakan Alif yang lebih dewasa dan harus menghadapi tantangan dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikannya.
Buku pertama yang mengisahkan masa-masa Alif dan kelima sahabatnya di Pondok Madani, dengan cita-cita besar mereka yang mereka impikan saat berkumpul di bawah menara masjid.
Mengisahkan kelanjutan pendidikan Alif di pesantren dan persiapan untuk meraih mimpinya ke luar negeri, di mana ia belajar tentang pentingnya visi dan aksi.